Wanita yang melihat rumahnya di surga ketika di dunia
Dunia adalah jalan menuju akhirat yang tujuan akhirnya adalah surga atau neraka. Maka, ketika manusia hidup di dunia mereka tidak mengetahui dimanakah dia nanti di akhirat apakah masuk surga atau neraka oleh karena itu manusia berlomba-lomba mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk persiapan kehidupan akhirat.
Walaupun surga dan neraka adalah tujuan akhir
setelah kehidupan dunia . Namun, ada beberapa manusia yang Ketika dia hidup di
dunia sudah mengetahui akan kehidupannya di akhirat.
Siapakah wanita tersebut? Dialah Asia, apakah
nama tersebut terdengar asing di telinga anda? Kalau masih asing mari kita
lanjutkan. Nama lengkap Asia adalah Asia binti Muzahim istri manusia yang
mengaku sebagai tuhan dibumi (Firaun).
Asia istri Firaun beriman kepada Allah karena
iman dari penyisir rambut anak perempuan Firaun. Suatu ketika dia menyisir
rambut anak perempuannya kemudian sisirnya jatuh dari tangannya dan berkata:
binasalah orang yang kufur kepada Allah, ketika anak firaun mendengarnya dia
bertanya: apakah engkau mempunyai tuhan selain ayahku? Masyitoh (penyisir)
menjawab: Allah tuhanku, tuhan ayahmu dan juga tuhan semuanya. Mendengar
jawaban itu anak firaun langsung menamparnya dan mengadu ke ayahnya. Datanglah
firaun dan berkata: apakah engkau menyembah tuhan selainku? Ia menjawab: iya,
Allah tuhanku, tuhanmu dan juga tuhan segala sesuatu dan kepadanyalah aku
menyembah. Kemudian firaun menyiksanya mengikat kaki dan tangannya kemudian
menaruh ular didekatnya. Sampai suatu ketika firaun datang lagi dan berkata:
apakah kamu sudah berhenti dari keyakinanmu? Masyitoh menjawab Alah tuhanku,
tuhanmu dan tuhan segala sesuatu. Bertambahlah murka firaun dan berkata: akan
aku sembelih anakmu di depanmu jika kamu belum berhenti, masyitoh menjawab:
lakukan apa yang engkau inginkan, maka disembelihlah anaknya di depannya lalu
ruh anaknya berkata kepadanya wahai ibuku kabar baik untukmu engkau akan
mendapatkan pahala seperti ini seperti ini. Maka masyitoh pun bersabar. Suatu hari
firaun datang lagi dan berkata seperti yang perkataan pertama lalu dijawab
masyitoh dengan jawaban yang sama pula maka disembelihlah lagi anaknya di
depannya kemudian ruh anaknya berkata: wahai ibuku bersabarlah Allah sudah
menyiapkan pahala bagimu seperti ini seperti ini. Terdengarlah perkataan ruh
anak-anaknya masyitoh tersebut oleh istri firaun maka berimanlah Asia istri
firaun dan Allah pun mencabut ruh masyitoh. Tersingkaplah pahala dan kemuliaan
masyitoh di surga dimata Asia sehingga menambah keimanan dan keyakinannya
kepada Allah.
Suatu hari firaun mengetahui keimanan istrinya
kemudian membawanya ke khalayak ramai dan berkata: apa yang kalian ketahui
tentang Asia binti Muzahim? Merekapun memuji Asia. Firaun berkata: dia
menyembah selain aku. Merekapun berkata: bunuhlah dia. Dalam riwayat lain
disebutkan firaun bertanya siapa yang akan menang? Asia menjawab Musa dan Harun
kemudian berkata: “saya beriman kepada tuhannya Musa dan Harun” maka murkalah
firaun kemudian diikatlah tangan dan kaki Asia disebuah kayu ditengah padang
pasir dan firaun berkata apabila dia masih tetap dalam keimanannya biarkanlah
dia disini dan apabila mengurungkan keimanannya dia adalah istriku. Ketika
firaun mendatanginya dia melihat wajah Asia menghadap langit. Asia berdoa
kepada Allah Ya Tuhanku bangunkan aku rumah disisiMu di surga. Dan tersenyumlah
Asia ketika meihat rumahnya di surga. Firaun pun berkata: tidakkah kalian heran
melihat kegilaannya, kita menyiksanya dan dia tersenyum. Lalu Allah mencabut
nyawa Asia.
Begitulah kisah Asia istri firaun yang diabadikan Allah di dalam
firmannya yaitu di surat At-tahrim ayat 11 :
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ
فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي
مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Artinya : dan Allah memberikan contoh tentang
orang yang beriman yaitu istri Firaun ketika berkata ya Tuhanku bangunkan saya
rumah ditempatmu di surga dan selamatkan aku dari Firaun dan perbuatannya serta
selamatkan aku dari kaum yang dholim.
