Gubernur bertemu rakyat hanya di siang hari, ada apa?
Said ibn Amir Aljumahi gubernur himsa pada zaman
kholifah Umar ibn Khottob. Himsa adalah daerah di syam, dikenal dengan nama
kuwaifah karena penduduknya yang sering mengadukan gubernur dan pegawainya
seperti halnya penduduk Kufah.
Suatu waktu Umar ibn khottob berkunjung ke Syam dan singgah
di himsa untuk mengetahui keadaan rakyatnya, dia menanyai rakyatnya : bagaimana
gubenur kalian? Rakyat Himsa mengadukan gubernurnya, mengadukan empat
perbuatannya dimana satu perbuatan lebih dari yang lain.
Umar mengumpulkan rakyat Himsa dengan Said ibn Amir aljumahi
gubernur mereka.
Mereka berkata : gubernur kami tidak keluar kecuali di
pertengahan siang hari
Umar berkata : wahai Said kenapa apa alasanmu sehingga
engkau keluar pada mereka di pertengahan siang ?
Said terdiam sejenak dan berkata: demi Allah saya benci
untuk mengatakannya akan tetapi saya harus mengatakannya. Saya keluar pada
pertengahan siang karena saya tidak mempunyai pembantu untuk keluargaku, setiap
pagi saya harus memasak untuk keluargaku dan membuat roti untuk mereka kemudian
saya berwudhu dan keluar ke rakyatku.
Umar berkata: apa lagi yang kalian adukan?
Mereka berkata : dia tidak menerima tamu pada malam hari
Umar berkata : apa alasanmu ya Said?
Said menjawab : sebenarnya saya juga benci untuk
mengatakannya tetapi saya harus mengatakannya, saya gunakan waktu siang saya
untu rakyatku dan maam hari untuk Allah tuhanku.
Umar berkata : apalagi yang kalian adukan?
Mereka berkata : sehari dalam sebulan gubernur pasti absen
tidak muncul kepada kami
Umar berkata : apalagi alasanmu Said?
Said berkata : saya tidak mempunyai pembantu wahai amirul
mukminin, dan saya juga tidak mempunyai pakaian selain yang saya pakai maka
setiap sebulan saya cuci sekali dan saya menunggunya sampai kering kemudian
saya keluar ke rakyatku pada akhir siang.
Umar berkata : apalagi yang kalian adukan terhadap gubernur
kalian?
Rakyat berkata : dia sering pingsan ketika berada di majlis
kita
Umar pun bertanya : kalau yang ini kenapa Said?
Said ibn Amir menjawab : pada waktu saya masih musyrik saya
melihat terbunuhnya Hubaib ibn Adi yang dibunuh orang kafir quraisy dengan
dipotong-potong anggota tubuhnya seraya berkata: apakah engkau ingin Muhammad
sebagai penggantimu? Hubaib menjawab: saya tidak mau diriku dan keluarku dalam
keadaan aman sedangkan Muhammad tersakiti.
Saya pingsan karena teringat kejadian tersebut dan
saya tidak memberikan pertolongan kepada Hubaib saat itu, akankah Allah
mengampuniku?
Umar berkata : Alhamdulilah prasangk aku terhadap Said
benar bahwa Said pemimpin yang baik.
Kemudian Umar memberika seribu Dinar kepada Said untuk
memenuhi kebutuhannya. Ketika istrinya melihatnya dia berkata: Alhamdulillah
yang memberikan kita kecukupan, belikan untuk kebutuhan kita dan sewa pembantu
untu keluarga kita.
Said berkata kepada istrinya : apakah kamu mau yang lebih
baik dari itu?
Istrinya menjawab : apa itu?
Said berkata : kita berikan kepada yang memberikan rizki ini
karena kita lebih membutuhkanNya daripada rizki ini.
Istrinya berkata: siapa dia?
Said berkata : kita pinjamkan kepada Allah subhanahu
wataala.
Istrinya berkata : jazakumullahu khoiran
Dan sebelum meninggalkan majlis tersebut dikumpulkannya uang
dinar tersebut didalam kantong dan memanggil keluarganya : bagikan ini kepada
janda dari keluaga fulan, bagikan ini kepada anak yatim dari keluarga fulan,
bagikan ini kepada fakir keluarga fulan dan bagikan ini kepada miskin dari
keluarga fulan.
Itulah Said ibn Amir Aljumahi yang lebih mendahulukan
akhirat daripada dunia dan lebih mendahulukan Allah dan rasulnya daripada
dirinya sendiri
