Cara melihat orang kaya
Ketika ada orang kaya yang bergelimang harta, segala yang diinginkan dia punya, rumah mewah, mobil mewah dll. Maka orang yang melihatnya terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang yang ingin memiliki seperti yang dia miliki. APAKAH ANDA TERMASUK GOLONGAN INI? Golongan kedua adalah yang mengatakan pahala dari Allah lebih baik dari harta yang dimiliki orang kaya tersebut.
Qorun adalah salah satu kaumnya
nabi Musa ahli tafsir ada yang mengatakan bahwa dia adalah sepupunya nabi Musa
yang bernama Munawwir (bercahaya) karena lembut suaranya ketika membaca taurat.
Allah memberikan kepadanya kenikmatan harta yang melimpah ruah, setiap hartanya
disimpan dan memiliki kunci tersendiri dimana setiap kunci disimpan dalam peti
masing-masing, ukuran kuncinya dikisahkan seukuran dengan jari manusia dan
karena banyaknya kunci tersebut membuat orang yang kuat saja tidak mampu untuk
mengangkatnya. Apabila melakukan perjalanan kuncinya diangkut dengan enam puluh
ekor onta. bersenang-senanglah qorun dengan harta yang dimilikinya tidak
bersyukur kepada Allah melainkan menyombongkannya kepada masyarakatnya sehingga
terjadi kerusakan di muka bumi ini.
Ketika Qorun sudah terbuai dengan
hartanya datanglah berapa orang dari kaumnya memberinya nasehat, janganlah
bersenang-senang dan jangan terlalu gembira karena Allah tidak menyukai orang
yang bersenang-senang (tidak menyukai orang yang tidak bersyukur) ingatlah
bahwa hartamu berasal dari Allah maka pergunakanlah harta melimpah yang telah
Allah berikan kepadamu untuk ketaatan kepada Allah dan mendekatkan diri
kepadaNya dengan berbagai macam ibadah untuk mendapatkan pahala dari Allah.
Qorun pun dengan sombongnya
menjawab nasihat kaumnya tersebut dengan berkata: saya tidak membutuhkan
omongan kalian. Allah memberikan harta kekayaan ini karena Allah mencintai saya
dan mengetahui bahwa saya berhak mendapatkan harta tersebut. Apakah dimasa
sekarang ada yang berkata seperti ucapannya Qorun? Andalah yang mengetahuinya.
Allah pun langsung menjawab
dengan firmannya: tidakkah dia mengetahui bahwa Allah telah menghancurkan kaum
yang lebih kuat dan lebih kaya dari qorun pada zaman sebelumnya?.
Suatu ketika Qorun keluar ke
khalayak ramai dengan pakaian kebesarannya, perhiasan yang mewah kendaraan yang
mewah serta pembantu-pembantunya diajak keluar semua, ada yang menyebutkan
bahwa panjang baju kebesarannya dari kakinya lebih dari satu meter untuk
menunjukkan betapa banyaknya hartanya.
Orang yang melihat Qorun ketika
itu terbagi menjadi dua golongan, golongan pertama melihat dengan pandangan
dunia. Merekapun berkata seandainya saya diberi seperti yang Allah berikan
kepada Qorun dialah manusia yang paling beruntung di dunia ini. Sedangkan
golongan kedua yaitu golongan orang yang berilmu ketika mendengar perkataan
golongan pertama mereka pun berkata: ada apa dengan kalian? Pahala dari Allah
untuk orang-orang mukmin di akhirat kelak lebih baik dari apa yang kalian
lihat.
Ketika Qorun mengucapkan semua yang
saya punya itu berasal dari keilmuan saya dan tanpa menyandarkannya kepada
Allah maka, Allah mengadzab Qorun dengan menyuruh bumi untuk menelannya beserta
dengan harta dan rumahnya dan tidak ada seorangpun yang menolongnya. Golongan orang-orang
yang mencintai dunia yang menginginkan diberi harta seperti Qorun berkata :
Allah memberikan kepada hambanya yang Dia kehendaki, seandainya kemarin kita
diberi Allah harta seperti yang Allah berikan kepada Qorun maka kita juga akan
ditelan bumi.
Itulah Qorun dengan hartanya dan orang yang mencintai dunia ketika melihat
orang kaya. Sebagai pelajaran bagi kita agar tidak mencontoh Qorun dan juga
tidak berangan-angan seperti kelompok yang mencintai dunia daripada akhirat.
