Balas cacian dengan...
Rabiah bin ka’ab sahabat rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari bani Aslam yang tinggal di suffah masjid nabawi, beliau membantu rasulullah dalam kesehariannya selalu mendampingi rasulullah ketika siang hari dan apabila malam tiba setelah sholat isya’ beliau berjaga di depan pintu rasulullah takut rasulullah membutuhkannya di tengah malam.
Suatu ketika rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bertanya kepadanya: tidakkah engkau mau menikah?
Rabiah pun menjawab: saya tidak ingin ada sesuatu yang menghalangiku untuk
berkhidmah kepadamu ya rasulullah, saya juga tidak mempunyai mahar dan juga tidak
mampu menghidupi istri. Rasulullah bertanya lagi : tidakkah engkau mau menikah?
Rabiah pun menjawab dengan seperti jawaban pertamanya. Setelah itu terbersit di
dalam hatinya rasa penyesalan dan berkata dalam hati ada apa denganmu Rabiah
demi Allah Rasulullah lebih mengetahui apa yang terbaik untukmu, agamamu dan
duniamu daripada kamu. Maka bertekadlah apabila ditanya rasulullah untuk nikah
akan memenuhinya.
Selang beberapa waktu rasulullah
bertanya lagi tidakkah engkau menikah ya Rabiah? Dijawab: iya wahai rasulullah
akan tetapi dengan siapa aku menikah sedangkan kondisiku seperti yang kamu
ketahui. Rasulullah berkata: pergilah kepada keluarga fulan dan katakan kepada
mereka bahwa rasulullah memerintahkan kalian untuk menikahkan aku dengan putri
kalian. Rabiah mendatangi keluarga tersebut dengan rasa malu dan berkata:
rasulullah mengutusku kepada kalian untuk menikahkanku dengan putri kalian.
Mereka menjawab : selamat datang rasulullah dan utusan rasulullah kemudian
menerimanya. Rabiah datang kepada rasulullah dan menceritakannya kemudian
bertanya: darimana saya mendapatkan mahar untuk menikahinya? Rasulullah
memanggil Buraidah ibn hushoib (salah satu pembesar bani aslam) wahai Buraidah
kumpulkan emas seberat biji kurma. Buraidah mengumpulkannya dan memberikannya
kepada rasulullah. Rasulullah berkata kepada Rabiah pergilah dengan emas ini kepada
mereka dan katakan ini adalah mahar putri kalian. Mereka menerima mahar
tersebut dan berkata : banyak sekali. Rabiah pergi kepada rasulullah dan
berkata: darimana saya mendapatkan biaya untuk walimah? Rasul berkata kepada
Buraidah: kumpulkan uang seharga kambing untuk walimahnya Rabiah. Belilah
Buraidah kambing yang gemuk. Rasulullah berkata kepada Rabiah pergilah ke
Aisyah dan katakan kepadanya untuk memberikan kepadamu gandum yang dia punya.
Pergilah ke Aisyah dan Aisyah berkata ambillah tujuh sho’ gandum karena Cuma
itu yang kita punya. Terlaksanalah pernikahan Rabiah dan walimahnya kemudian
mengundang rasulullah dan beliau datang di walimahnya.
Rabiah ibn ka’ab diberikan tanah
oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disamping tanahnya abu bakar, suatu
ketika terjadi perselisihan antara keduanya memperebutkan satu pohon kurma.
Rabiah berkata : itu punyaku, Abu
bakar berkata: itu punyaku tumbuh di tanahku kemudian keluarlah dari mulut Abu
bakar kata-kata yang tidak sukai kepada Rabiah. Setelah mengeluarkan kata-kata
tersebut Abu bakar menyesal dan berkata: wahai Rabiah balaslah aku dengan
kata-kata yang aku ucapkan sebagai qisos (balasan) atas ucapanku. Rabiah
berkata: Tidak, demi Allah saya tidak akan mengucapkannya. Abu bakar mengadu
kepada rasulullah karena Rabiah tidak mau membalasnya.
Ketika Abu bakar berjalan menuju
rasulullah datanglah sekelompok bani aslam berkata: dia yang memulai mencacimu
dan dia pula yang mendahuluimu mengadu kepada rasulullah, mendengar perkataan
tersebut menengoklah Rabiah ke mereka dan berkata: kalian tau siapa dia? Dia
adalah Abu Bakar orang yang pertama masuk islam, pulanglah kalian sebelum dia
melihat kalian dan mengira kalian berkumpul untuk menolong saya sehingga dia
marah dan mengadu kepada rasul sehingga rasul juga akan marah atas kemarahannya
kalau sudah begitu Allah juga akan marah karena marahnya Abu bakar dan
rasulullah, kalau itu terjadi hancurlah Rabiah, pulanglah kalian semua.
Ketika sampai di depan rasulullah
abu bakar menceritakan kejadiannya. Rasulullah bertanya kepda Rabiah: ada apa
antara kamu dengan abu bakar? Rabiah menjawab: wahai rasulullah dia ingin saya
mengucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepadaku namun aku tidak mau
melakukannya.
Rasulullah berkata: jangan kau
ucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepadamu tetapi ucapkan semoga Allah
mengampuni abu bakar. Rabiah berkata: semoga Allah mengampuni Abu bakar.
Keduanya berjalan pulang dan abu bakar meneteskan air mata dan berkata:
jazakallah khoir ya Robiah Jazakallah khoir ya Robiah.
Indah pelajaran yang Rasulullah dan para sahabatnya ajarkan kepada kita, semoga
kita bisa mencontohnya. amin
